This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, February 12, 2015

Anak BG Pinjam Rp 57 M, Nyicil Rp 28 M, Sisanya...

Meme Kabareskrim Irjen Budi Waseso dan Calon Kapolri Komjen Budi Gunawan yang beredar di media sosial. Twitter.com
TEMPO.COJakarta - Muhammad Herviano Widyatama, anak Komisaris Jenderal Budi Gunawan, membetot perhatian publik hampir sebulan belakangan ini. Namanya kerap kali dihubungkan dengan dugaan kepemilikan rekening gendut milik Budi Gunawan pada 2010. Budi sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus gratifikasi dan dugaan suap terkait jabatannya di Markas Besar Kepolisian RI selama periode 2006-2010.

Jejak Herviano terang benderang sejak beredarnya dokumen hasil pemeriksaan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri terhadap transaksi ganjil sebesar Rp 57 miliar di rekening Budi. Dokumen ini muncul saat Budi mengikuti uji kelayakan sebagai calon Kepala Polri di DPR, Rabu, 14 Januari 2015. Kepada tim penyelidik, Budi mengaku transaksi di rekening itu titipan Herviano. Saat diperiksa, Budi menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri dengan pangkat inspektur jenderal.

Menurut Budi, arus dana di dalam rekeningnya berasal dari pinjaman yang dikucurkan oleh Pacific Blue International Limited pada 5 Juli 2005 kepada Herviano, yang ketika itu berusia 19 tahun. Kepada pemeriksanya, Herviano menjelaskan kredit Rp 57 miliar dari perusahaan asal Selandia baru itu untuk berbisnis pertambangan timah dan perhotelan. “Karena dana terbatas, saya meminta dukungan dari orang tua,” kata Herviano kepada Tim Bareskrim, 10 Juni 2010.

Budi lantas memperkenalkan Herviano kepada Lo Stefanus dan Robert Priantono Bonosusatya. Oleh Budi mereka diakui sebagai sobat lamanya. Belakangan diketahui Stefanus adalah pemilik sejumlah jaringan toko berlian seperti Frank and Co, Mondial Jewellery, dan Miss Mondial. Ada pun Robert adalah Presiden Komisaris PT Jasuindo Tiga Perkasa, perusahaan percetakan di Surabaya. Robert kemudian mempertemukan Herviano dan Budi kepada David Koh, kuasa direksi Pacific Blue.

Ringkas cerita, Herviano, yang saat itu berusia 19 tahun, meneken akad kredit pada 6 Juli 2005 di depan David Koh. David mengucurkan US$ 5,9 juta atau setara Rp 57 miliar dengan kurs ketika itu Rp 9.700 per dolar. Pinjaman ini berbentuk tunai dalam rupiah. Berdasarkan akad kredit, pinjaman berlaku tiga tahun mulai 6 Juli dan berakhir pada 5 Juli 2008 dengan tingkat bunga sesuai mekanisme Singapore Interbank Offered Rate (SIBOR) ditambah 2 persen, yang dibayar per bulan.

Seperti yang tergambar dalam dokumen tersebut, Herviano tak serta merta mengucurkan pinjamannya sesuai maksud perjanjian bisnisnya dengan Pacific Blue. Barulah lima bulan berselang dana ini diinvestasikan. Tercatat, investasi pertama Herviano sebesar Rp 2 miliar pada 15 Desember 2005. Namun, bukan di bisnis tambang atau hotel, melainkan pembelian surat berharga, yang disusul tiga pembelian lagi senilai Rp 6 miliar pada Agustus 2006. Sehingga total investasi Rp 8 miliar.

Investasi di bidang perhotelan baru terwujud nyaris dua tahun setelah akad kredit yang diteken pada 6 Juli 2005. Dalam laporannya, Tim Bareskrim menyebutkan Herviano terekam mengeluarkan dana untuk mendirikan Hotel The Palais Dago, Bandung, senilai Rp 17,68 miliar dalam 12 transaksi. Transaksi pertama terjadi April 2007 dengan total Rp 7 miliar. Pengucuran modal terakhir untuk The Palais terjadi pada 6 Juni 2008, sebulan sebelum kerja sama dengan Pacific Blue

30 Tahun Suharto Dihujat, 30 Tahun Mereka Memutar Balikan Sejarah Dengan Memanfaatkan Filosofi "Mikhul Dhuwur Mendhem Jero" .
Suharto dikatakan otoriter ternyata Sukarno juga otoriter, dikatakan Suharto menghilangkan nyawa para aktivis dgn menggunakan tangan militer ternyata Sukarno juga menghilangkan nyawa teman seperjuangan sendiri malah (St Syahrir, Tan Malaka & Amir Syarifudin) dan juga ratusan Ulama NU dgn menggunakan tangan PKI (Sukarno melakukan pembiaran atas peristiwa ini), dikatakan Suharto licik dlm meraih jabatan Presiden ternyata Sukarno juga karena menolak Pemilu Presiden sesuai UUD45 (ini salah satu alasan bung Hatta meninggalkan bung Karno karena tdk ingin menjadi Wakil Presiden yg tdk Konstitusional), diatakan Suharto mewariskan hutang yg bejibun (1500 T = 12500 ton Emas saat itu) ternyata Sukarno lebih parah lagi mewariskan hutang 6 Triliun yg setara dgn 75.000 ton emas saat itu,

Tuesday, February 3, 2015


Ini Dia Mastermind Kecurangan Pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014?
Mastermind (=Dalang) kecurangan Pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014pic.twitter.com/UlFRDCgeG2
Jokowi-JK menang dengan cara curang di Pilpres 2014. BG adalah "mastermind"(=Dalang) kecurangan tersebut?
Inilah kenapa RI-1 Joko Widodo telah bergerak cepat "mengamankan" institusi penegak hukum: MK, Polisi & Kejaksaan, harus dipimpin oleh Partisan Jokowi-JK! Jangan sampai kecurangan terbongkar!!
Sekarang BG tersudut oleh KPK. BG mengancam untuk membongkar rahasia kecurangan Pilpres 2014! Kecurangan yang melibatkan Jokowi-JK, elit PDIP, Nasdem, Hanura tsb akan dibongkar jika janji posisi sebagai Kapolri untuknya tidak dipenuhi?
BG menggertak bahwa dia berani jatuh bareng-bareng Jokowi dan "KMP", (=Kalla-Mega-Paloh)!
Ancaman Pidana Pemilu, adalah alasan sebenarnya kenapa elit PDIP, Nasdem, Hanura begitu ngotot mendesak pelantikan BG! Ini juga kenapa RI1- Joko Widodo muter-muter alias pusing 7 keliling?
Anggapan bahwa RI-1 ditekan oleh Mega tidak benar! Jokowi satu perahu dengan Mega, sama-sama disandera oleh BG!! BG begitu bernafsu jadi Tribrata-1, tidak mungkin mundur!
Selamat bagi Irjen Pol Budi Waseso yang "akan" menjadi Kapolri dan selamat bertugas menangkap para pelaku kecurangan Pilpres 2014…..!
Selamat berakhir pekan, semoga cerah dan ceria serta bahagia…!

Friday, January 30, 2015


Inilah Makna Pertemuan Jokowi dan Prabowo
Apapun isi pertemuan Jokowi-Prabowo tersebut, bagi saya ini mengisyaratkan banyak hal:
1. Jokowi mengakui kehebatan Prabowo
2. Jokowi mungkin sudah putus asa, tak tahu lagi harus berbuat apa.
3. Jokowi sudah tak tahu harus minta tolong pada siapa, hingga akhirnya dia “terpaksa” minta tolong pada Prabowo, yang notabene adalah rival politiknya saat Pilpres 2014.
4. Prabowo sungguh figur negarawan yang sangat bijaksana, ikhlas dan legowo. Walau sudah dikalahkan dengan curang, walau sudah dikhianati, namun dia tetap berlapang dada, mau menerima undangan Jokowi.
5. Prabowo terbukti sama sekali tidak ada niat untuk mengkudeta pemerintahan Jokowi. Artinya isu soal kudeta, penculikan dan sebagainya, yang santer beredar sejak dulu, ternyata itu semua hanya fitnah belaka.


Dokumen Rahasia: Negara Yahudi Dibangun di Tanah Arab Saudi

Reporter : Eko | Senin, 4 Agustus 2014 08:04
Dokumen Rahasia: Negara Yahudi Dibangun di Tanah Arab SaudiEl Hassa, Arab Saudi (wikipedia)
Seorang dokter Yahudi Rusia yang tinggal di Paris mengirim surat kepada Dubes Inggris, meminta Rusia, Prancis, dan Inggris, menakhlukkan Hasa untuk dibangun Negara Yahudi.
Dream - Sebuah surat mencengangkan baru-baru ini dipublikasikan oleh Perpustakaan Inggris. Surat yang ditujukan untuk Duta Besar Inggris di Prancis itu ditulis pada 1917. Isinya sungguh mengejutkan. Sang penulis surat meminta pendirian negara Yahudi di wilayah yang saat ini menjadi Arab Saudi.
Adalah Dr M L Rothstein yang menulis surat tersebut. Dia mengaku sebagai seorang dokter keturunan Yahudi Rusia yang tinggal di Paris. Dalam surat yang ditulis 12 September itu, Rothstein minta Dute Besar Francis Bertie untuk menaklukkan Provinsi El Hassa yang dikuasai Turki. Provinsi EL Hassa itu kini menjadi oasis di wilayah timur Saudi.
Bertie kemudian menjelaskan kepada menteri Luar Negeri Inggris kala itu, Arthur James Balfour, bahwa Rothstein meminta kekuatan Etente, yang terdiri dari Rusia, Prancis, dan Inggris, agar menyatukan pasukan untuk membentuk Negara Yahudi di Teluk Persia.
Rothstein sangat serius dengan permintaannya ini. Dia bahkan telah menggambarkan detail aksi yang harus dilakukan untuk tujuan ini. "Saya berjanji untuk merakit, untuk musim semi mendatang, sebuah angkatan perang Yahudi, kekuatan dari 120.000 pria kuat, yang akan berlipat ganda, akan bekerja sama dengan pasukan Etente," tulis Rothstein dalam surat itu, sebagaimana dikutip Dream dari World Buletin.
Dokumen Rahasia: Negara Yahudi Dibangun di Tanah Arab Saudi
Pasukan yang dijanjikan Rothstein itu akan berpusat di Bahrain, dan sekali mereka mencapai jumlah 30 ribu, sebuah serangan cepat akan dilakukan untuk menakhlukkan El Hassa, wilayah di Teluk Persia yang dikuasai Turki. "Ini akan menjadi Negara Yahudi," tulis Rothstein.
Dia memprediksi akan terjadi 'perang negara' dengan Turki karena invasi ini. Dia mengatakan tentara Yahudi akan memenangkan pertempuran bersama Etente.
Siapa sejatinya Rothstein? Sosok dokter ini sungguh misterius. Hanya sedikit kalangan yang mengetahui siapa dokter Yahudi ini. Dia mengawali surat itu dengan 'kualitas moral' keluarganya, untuk menjelaskan asal-muasal keluarga Yahudinya.
Thomas Holderness dari Kantor Perpustakaan India mengatakan El-Hassa tidak lagi menjadi provinsi Turki ketika Rothstein menulis surat tersebut. Menurut dia, hal itu kemungkinan karena sang dokter telah kehilangan kontak, sehingga tidak tahu perkembangan di lapangan.
Sebuah surat balasan yang dibuat oleh asisten Malfour pada bulan Oktober menunjukkan bahwa pemerintah Inggris menolak permintaan tersebut. "Yang Mulia, pemerintah menyesal, bahwa mereka tidak bisa mengabulkan proposal itu," demikian surat balasan tersebut.
Sebulan kemudian, Balfour mengeluarkan deklarasinya yang mendukung pembentukan negara yang berisi orang-orang Yahudi, yang saat ini dikenal dengan nama Palestina. Dokumen-dokumen itu berasal dari Kantor Catatan India yang disimpan di Perpustakaan Inggris.
Kini dokumen-dokumen itu tengah didigitalisasi bersama dokumen lain yang berkaitan dengan sejarah Teluk. Proyek ini merupakan kerja sama antara Perpustakaan Ingris dengan Qatar 


Salat Malam, Rahasia Sang Juara Matematika Dunia

Reporter : Sandy | Selasa, 12 Agustus 2014 13:21
Salat Malam, Rahasia Sang Juara Matematika DuniaYasya Mampu Menyisihkan 324 Peserta Dari 44 Negara Di Ajang Bergengsi Itu (foto Ilustrasi)
Dari keseluruhan lawan, Israel menurut Yasya tetap menjadi lawan terberatnya.
Dream - Satu lagi putra bangsa kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Mohammad Yasya Bahrul Ulum berhasil membawa pulang medali emas dalam International Mathematics Competition (IMC) for University Student 2014.
Yasya mampu menyisihkan 324 peserta dari 44 negara di ajang bergengsi tersebut. Dalam kompetisi ini, para peserta diminta memecahkan masalah dalam bentuk esai. Bidang yang dikompetisikan adalah aljabar, analisis, geometri dan kombinatorik.
Peserta diberikan lima soal yang disajikan dalam bahasa Inggris setiap harinya. Waktu untuk mengerjakannya adalah selama dua hari. ''Setiap harinya diberikan alokasi waktu satu jam,'' kata Yasya dikutip Dream.co.id dari laman ITS.ac.id, Selasa 12 Agustus 2014.
Meski sempat merasa minder, Yasya terus mengerjakan soal dengan usaha terbaiknya. Ia mengaku, secara keseluruhan ada tiga soal yang belum bisa ia jawab dengan benar. ''Saya tidak bisa mengerjakan soal bagian kombinatorik, cukup susah,'' akunya.
Meski begitu mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini berhasil memperoleh selisih nilai 30 poin darigrand first prize dan menempatkannya dalam posisi emas.
Salat Malam, Rahasia Sang Juara Matematika Dunia
Dengan perolehan itu, ia berhasil unggul dari pesaing lain yang berasal dari perguruan tinggi ternama di dunia, seperti Universitat Bonn di Jerman, Yale University di Amerika Serikat, University of Gottingen di Jerman, Moscow Institute of Physics and Technology di Rusia, University College London, Universidad Nacional Autonoma de Mexico, University of Illinois at Urbana Campaign serta Nanyang Technological University Singapura.
Dari keseluruhan lawan, Israel menurut Yasya tetap menjadi lawan terberatnya. ''Peraih first grand prize berasal dari Israel,'' ujarnya.  Seperti dikutip dari laman resmi IMC, Israel menempatkan lima mahasiswanya di posisi emas, sehingga berhasil meraih juara umum. Sedangkan Yasha menjadi satu-satunya peraih emas dari enam delegasi lain yang dikirim Indonesia dalam kompetisi ini.
Atas prestasi tersebut, Yasya dianugerahi beasiswa Olimpiade Sains Internasional (OSI) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia hingga studi doktoral di seluruh perguruan tinggi di dunia.
Saat ditanya rencana studi magisternya, Yasya mengaku menginginkan kuliah di Jurusan Matematika ITB. ''Saya ingin mempersiapkan dulu kemampuan Matematika saya di ITB, baru ke luar negeri,'' ujarnya.
Salat Malam
Prestasi ini memang bukan kiprah pertama bagi Yasya dalam olimpiade Matematika. Ia memiliki catatan prestasi gemilang dalam kompetisi yang membutuhkan ketelitian tinggi ini. Sejak SMP, putra pasangan Imam Chumaedi dan Shofiyah ini telah beberapa kali menjuarai OSN.
Ternyata kesuksesan Yasya di ajang olimpiade Matematika tidak hanya karena ketekunannya dalam belajar dan berlatih soal. Ia selalu menyempatkan diri untuk salat malam setiap harinya.
Menurutnya, rutinitas tersebut ia lakukan untuk membangun mental positifnya. ''Kita bisa intropeksi diri dan memperkuat semangat serta motivasi,'' kata pemuda yang saat ini berumur 20 tahun itu.
Mahasiswa yang hobi bermain games dan olahraga futsal ini berpesan kepada mahasiswa dan para pelajar lainnya untuk tidak bermalas-malasan dalam belajar.
Menurutnya, pemuda adalah generasi masa depan yang menjadi penentu kemajuan Indonesia. ''Kalau bermalas-malasan, ya negeri kita akan bobrok,'' pesan dia.

Tuesday, January 27, 2015


PDIP itu lg galau...kedoknya mulai kebongkar, krn dalang dr smw kebijakan jokowi sang wayang. Skr mau cuci tangan biar aman jokowi dilengserkan...ckk...ckk...ckk...PDI oohh PDI, kasihan kau Jokowi lbih baik mundur trhormat dripada di pksa mundur,,,,,,,‪#‎monggo‬ Pak menawi bade lengser,,,,,rakyat akan sangt berterimakasihhh,,,,,,dan akan mengenangmu sbgai pribadi yg kesatria,,,,,,,,,,

Merdeka.com - Pakar Hukum Tata Negara Indonesia Yusril Ihza Mahendra dalam beberapa hari ini aktif mengomentari ramai beritatentang konflik antara KPK vs Polri lewat kicauannya di media sosial Twitter melalui akun @Yusrilihza_Mhd. Misalnya pada Jumat (23/01) dia mengunggah foto Petruk Dadi Ratu dengan status, "Hehe lakon wayang Petruk Dadi Ratu to?" 

Sebelum mengunggah foto itu, Yusril menulis tentang ribut-ribut pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman. Dia mengaku ingat betul tentang pembahasan RUU Kepolisian. Menurut dia, pengangkatan dan pemberhentian kapolri seharusnya satu paket atas persetujuanDPR. Presiden juga wajib menyertakan alasan-alasannya.

"Alasan mendesak itu hanya 2 yakni jika Kapolri melanggar sumpah jabatan atau membahayakan keamanan negara. Dalam keadaan seperti dlm angka 9 itulah Presiden dpt berhentikan Kapolri dan tunjuk Plt tanpa persetujuan DPR," ujar Yusril, mantan Menteri Sekretaris Negara era Presiden SBY itu.

Apakah status Yusril di Twitter itu bermaksud menyindir PresidenJokowi? Belum ada penjelasan. Namun Yusril kembali mengunggah foto Petruk Dadi Ratu dengan caption "Ono titi mongso Petruk Dadi Ratu - Jongko Joyoboyo", Minggu (25/01).

Cerita Petruk Dadi Ratu merupakan salah satu kisah dalam pewayangan. Kisah yang biasanya diselingi lelucon oleh dalang itu memang memiliki banyak versi. Misalnya dalam buku "Ensiklopedi Wayang Purwa" dikisahkan tentang hilangnya Jamus Kalimasada yang dicuri Dewi Mustakaweni, putri dari negara Imantaka, sebagai titik awal cerita Petruk Dadi Ratu.

Kalimasada yang hilang kemudian menjadi bahan perebutan antar raja, sehingga timbul kegaduhan dan kekacauan luar biasa. Singkat cerita, Jamus Kalimasada itu sampailah ke tangan Petruk. Dia lantas menyimpannya, tetapi karena pengaruh kesaktian dan kekuatannya ampuh, Petruk dapat mengalahkan raja Lojitengara dan menduduki singgasananya. Petruk lalu bergelar Prabu Wel Geduelbeh.

Petualangan Prabu Wel Geduelbeh ini tak berhenti di situ karena dengan kesaktiannya dia justru mengamuk dan memerangi kerajaan-kerajaan lain, termasuk kerajaan Hastina yang dipimpin para Pandawa. Menurut dalang, begitulah ketika Punakawan kalau sudah mengeluarkan kesaktiannya, konon dilukiskan sebagai "tidak ada manusia pun dapat menandinginya."

Penyamaran Petruk sebagai Prabu Wel Geduelbeh ini baru terbongkar setelah bertarung dengan saudaranya sendiri, Gareng dan Bagong. Awalnya perang antara Prabu Wel Geduelbeh dengan Gareng dan Bagong itu tidak segera berakhir karena belum ada yang menang dan kalah. Sampai akhirnya ketiganya berkeringat. Gareng dan Bagong sangat mengenali bau keringat Petruk sehingga keduanya tidak lagi mengajak bertarung dan mengadu kesaktian. Gareng dan Bagong malah mengajak Petruk bercanda, berjoged bersama dengan berbagai lagu dan tari.

Akhirnya, tanpa sadar Prabu Wel Geduwelbeh kembali ke habitatnya sebagai orang yang jenaka dan lupa telah memakai pakaian kerajaan. Setelah sadar, dia segera lari meninggalkan Gareng dan Bagong karena malu. Tapi Prabu Wel Geduwlbeh dikejar oleh Gareng dan Bagong. Setelah tertangkap langsung dipeluk dan digelitik oleh Bagong sampai Petruk kembali ke wujud aslinya.

Setelah terbuka semua, Petruk ditanya oleh Kresna mengapa ia bertindak seperti itu. Petruk beralasan tindakan itu untuk mengingatkan tuannya bahwa segala perilaku harus diperhitungkan terlebih dahulu.

Versi cerita pewayangan lain, cerita Petruk Dadi Ratu itu terjadi karena dia tidak tahan dengan ulah raja-raja dan bangsawan di Mayapada, kerajaan Kahyangan yang dipimpin Bethara Guru. Petruk sudah hafal betul ulah mereka karena sudah mengabdi sebagai punakawan selama puluhan tahun.

Singkat cerita, Petruk yang sebenarnya sakti mandraguna itu menjelma menjadi Prabu Kanthong Bolong. Dalam waktu semalam, dengan wajah barunya dia melabrak semua tatanan yang sudah terlanjur menjadi 'main stream' dan model kekuasaan di Mayapada dalam waktu satu malam. Dia mengubah tatanan pemerintahan secara radikal dan semaunya sendiri sehingga membuat resah raja-raja dan para dewa di kahyangan.

Maka akhirnya raja dan dewa-dewa itu bersekongkol membuat sekenario melenyapkan raja biang kerusuhan, yakni Raja Kanthong Bolong atau Petruk. Sayangnya, persekutuan raja dan dewa itu gagal. Raja Kanthong Bolong tidak mati dan malah mengamuk menghajar semua raja dan dewa, termasuk Kresna dan Pandawa. Bahkan Bethara Guru sang penguasa Mayapada pun kalah.

Keadaan Mayapada semakin semrawut sampai akhirnya Semar Bodronoyo turun tangan mengendalikan situasi. "Ngger, Petruk anakku!," Semar berujar pelan, suaranya serak dan berat seperti biasanya. "Jangan kau kira aku tidak mengenalimu, ngger!"

"Apa yang sudah kau lakukan, tho le? Apa yang kau inginkan? Apakah kamu merasa hina menjadi kawulo alit? Apakah kamu merasa lebih mulia bila menjadi raja? Sadarlah ngger, jadilah dirimu sendiri."

Prabu Kanthong Bolong yang gagah dan tampan, berubah seketika menjadi Petruk. Berlutut di hadapan Semar. Lalu kisah Petruk Jadi Ratu berakhir.

Petruk tersenyum mengingat peristiwa itu. "Ah, hanya Hyang Widi yang tahu apa isi hatiku, selain Dia aku tak peduli." Kembali dia mengayunkan pecoknya membelah kayu bakar. Sambil bersenandung tembang pangkur.


memilih pemimpin itu jangan seperti kita pilih artis idola, tetepi karena prestasi, punya jiwa pemimpin, tegas, tidak dibikin bikin, dan jangan pamer pencitraan....jangan besar karena media.

Monday, January 26, 2015


Saat Muda, Ternyata Jokowi Preman dan Pemabuk

Adi Adrian - Senin, 18-11-2013 15:06
  
Saat Muda, Ternyata Jokowi Preman dan Pemabuk : aktual.co
Jokowi (Foto: Aktual.co/Istimewa)

Mungkin tak banyak yang tahu siapa sebenarnya Joko Widodo alias Jokowi di masa muda. Selama ini, yang muncul di permukaan hanya menampilkan hal-hal yang baik saja. Tapi di balik itu, Jokowi memiliki masa lalu yang kelam, bahkan Jokowi adalah pemabuk dan preman.


Jakarta, Aktual.co —  Mungkin tak banyak yang tahu siapa sebenarnya Joko Widodo alias Jokowi di masa muda. Selama ini, yang muncul di permukaan hanya menampilkan hal-hal yang baik saja. Tapi di balik itu, Jokowi memiliki masa lalu yang kelam, bahkan Jokowi adalah pemabuk dan preman.

Begitulah sekelumit cerita yang diperoleh Aktual.co dari masyarakat Solo saat berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta beberapa waktu lalu.

"Pak Jokowi itu dulu preman, suka mabok, mas," cerita Tarjo mengawali perbincangan dengan Aktual.co.

Tarjo yang sehari-hari mengayuh becak itu menceritakan bagaimana Jokowi saat mudanya.

"Beliau itu mangkal di terminal Kertonadi bersama teman-temannya yang pada umumnya preman. Pak Jokowi itu juga sering mangkal di bantaran Sungai Bengawan Solo," kata Tarjo sembari menambahkan bahwa mereka yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo adalah preman juga.

Jokowi, sambungnya, juga pernah bekerja serabutan dan pernah menguasai beberapa lahan parkir. "Pernah dia berantem dengan sesama penguasa lahan parkir. Dia juga bisa selesaikan masalah dengan kekerasan dengan mengerahkan teman-teman premannya," tutur Tarjo.


1. GAJI pemain sinetron bisa mencapai puluhan juta padahal tak jarang adegan filmnya mempertontonankan pergaulan bebas, tawuran, bunuh-membunuh [terutama fim remaja] sedangkan gaji guru masih ada yang tidak lebih dari satu juta rupiah, padahal ilmu yang diajarkannya jelas bermanfaat seumur hidup.
2. Orang tua sering merasa bangga anaknya mampu juara kelas, padahal baca Al-Qur’an saja tidak becus. Harusnya anak-anak itu setidaknya bisa mengkhatamkan Al-Qur’an baru bisa disebut juara, dan masalah nilai akademis Insya Allah akan baik, karena dasar ilmu agama itu akan menjadikan karakternya kuat untuk mengejar ilmu pengetahuan setelah membaca ayat-ayat Allah yang menegaskan keutamaan menuntut ilmu.
3. Kita lebih kasihan melihat pengemis di pinggir jalan lalu sedekah seribu/ dua ribu padahal bisa jadi ‘mengemis itu profesi yang gajinya melebihi pegawai negeri’. Jika ingin sedekah, mengapa tidak kita masukkan saja ke kotak amal tempat ibadah, atau kita tabung lalu saat uang cukup banyak kita belikan kitab suci dan kita hibahkan, Insya Allah itu akan jauh lebih bermanfaat untuk memperdalam ketakwaan pada Allah, semoga pahalanya mengalir baik untuk siapapun yang membaca kitab suci tersebut maupun untuk kita sendiri.
4. Seorang anak hanya karena nilai salah satu mata pelajaran rendah di saat ulangan sampai dipukul, padahal bisa jadi nilai mata pelajaran yang lain bagus. Justru orang tua harus paham kelebihan anaknya pada mata pelajaran apa sehingga ke depannya tahu harus dimotivasi kuliah jurusan apa, bukan malah dipaksakan untuk matian-matian pada satu jenis mata pelajaran hingga bisa jadi mata pelajaran lain terabaikan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More