Saturday, December 13, 2014

Kisah Prabowo di Timor - Timur
Fakta Sebenarnya
Pada malam tahun baru 31 Desember 1978,Tim Nanggala 18 yang dipimpin Komandan Kompi Letnan Satu Prabowo bekerja sama dengan beberapa anggota Batalion 744 berhasil menembak mati presiden Fretilin Nicolau Dos Reis Labato,dan panglimanya Guido Soares.
Kedua tokoh ini memang sangat dicari oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia(ABRI)
Dari Operasi Betis yang melibatkan puluhan Batalion,ternyata Prabowo lah yang mampu menembus markas Fretilin dan menyelesaikan operasi ini.Labato tertembak,tetapi kejadian ini menjadi tanda keberhasilan ABRI menyelesaikan tugasnya.
Atas prestasi di Timor-Timur Prabowo dan pasukanya mendapat kenaikan pangkat luar biasa,yang langsung disematkan oleh Panglima ABRI Jenderal M Yusuf.
"Kau harus menjadi orang besar seperti Ayahmu" kata Panglima ABRI Jenderal M Yusuf kepada Prabowo.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More