This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, March 25, 2014

Liyangan, Kota Mataram Kuno yang Terpendam Karena Letusan Sindoro

Liyangan diperkirakan pada jaman dahulu adalah salah satu komplek perdusunan yang terkubur akibat bencana erupsi Sindoro. Belum di ketahui pada abad berapa Liyangan ini terkubur oleh lahar dari Gunung Sindoro.

Quote:
Penemuan Situs Liyangan memperkuat hipotesis bahwa deretan pegunungan Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Dieng menjadi semacam poros berkembangnya kawasan Mataram Kuno. Jawa Tengah berkembang menjadi pusat budaya klasik pada abad 7-10.

Situs desa Liyangan yang ditemukan di tempat penambangan galian pasir di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung diduga kuat merupakan tempat tinggal masyarakat pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno. Liyangan merupakan situs purbakala yang ditemukan di lereng Gunung Sindoro pada 2009.


Pihaknya juga menduga, Liyangan ini merupakan kawasan Mataram Kuno yang terkubur oleh letusan gunung Sindoro yang terjadi 1.000 tahun lalu. Material yang mengubur kompleks Liyangan ini merupakan aliran piroklastik atau awan panas Sindoro.


Gunung Sindoro yang terlihat tenang dan anggun ternyata menyimpan seribu mistery, Bemmelen seorang peneliti Belanda mengatakan bahwa, pada tahun 1600 - 1617 Sindoro pernah meletus dengan hebatnya dan meluluh-lantakkan desa-desa yang berada di kakinya, hal ini yang diperkirakan telah mengubur Situs Liyangan sedalam 10 M di bawah permukaan tanah. Diperkirakan, situs itu dibangun pada zaman Mataram Hindu pada abad 9 Masehi.

Situs Liyangan berupa perkampungan Mataram Kuno yang berada di ketinggian 1.200 dpl pada lereng gunung Sindoro, penemuan benda arkeologis di Liyangan tidak hanya berupa candi, namun juga terdapat tempat peribadatan, perkampungan dan lahan pertanian kuno. Liyangan adalah sebuah kota yang hilang selama berabad-abad dan baru terkuak ke permukaan akibat penambangan pasir liar pada tahun 2008. Berdasarkan gambaran hasil survei, Liyangan adalah salah satu kompleks situs permu****n, situs ritual dan pertanian.

Penemuan alat-alat kebutuhan sehari-hari menunjukkan kawasan ini dahulu kala memang sebuah tempat hunian. Benda- benda yang banyak ditemukan antara lain pipisan dan gandik yang merupakan alat penggerus obat-obatan pada zaman dahulu. Tak hanya situs perumahan masyarakat, kawasan yang berada di lereng Gunung Sindoro ini diduga juga menjadi area pertanian.

Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, atau pada masa silam merupakan wilayah Mataram Kuno, punya riwayat panjang kebencanaan.

Sumber

VIDEO: Badai "Hantam" Bumi Dalam 3 Menit

VIDEO: Badai "Hantam" Bumi Dalam 3 Menit

Disuguhkan dengan teknik fotografi time-lapse.

ddd
Sabtu, 1 Maret 2014, 13:09 Muhammad Chandrataruna
Badai [foto ilustrasi]
Badai [foto ilustrasi] (http://4.bp.blogspot.com)
VIVAnews - Pada saat tertentu, Bumi dihantam 2.000 titik badai. Tiap badai memiliki keunikan, perpaduan simfoni acak antara angin dan air membuat wujud yang tampak di mata berbeda-beda. Tapi, awan badai tak selalu sedap dilihat. Awan badai itu menyeramkan.

Kebanyakan badai terbentuk di laut atau tempat-tempat terpencil. Orang-orang yang tempat tinggalnya kerap dihantam badai, seringkali khawatir bahkan trauma dengan keberadaan halilintar, hujan es, dan tornado.

Namun, seorang fotografer lansekap bernama Nicolaus Wegner coba menyuguhkan badai dalam sisi yang berbeda. Dalam video bertajuk 'Stormscapes', Wegner merangkum beberapa video tentang badai di atas langit Wyoming dan South Dakota, AS. Ia berkeliling, merekam, dan meraciknya hingga menjadi satu video menakjubkan.

Dalam wawancaranya dengan National Geographic, Wegner memakai tongkat tripod yang dipasangnya di atas jalan atau dataran di atas tanah. Setelah itu, ia merekam dengan durasi dua-tiga jam per satu spot. Setelah itu, tiap-tiap video dirangkum dengan teknik fotografi time-lapse, yakni memanipulasi gambar bergerak seakan-akan bergerak lebih cepat.

"Saya bukan meteorolog atau pengejar badai. Saya sangat menghindari pusat badai. Sejujurnya, saya takut karena berada di dekat badai saja sangat berbahaya," ujar Wegner.

Penasaran dengan videonya? Ini dia:



© VIVA.co.id

Perut Bumi Punya Cadangan Air Seluas Laut Bumi

Perut Bumi Punya Cadangan Air Seluas Laut Bumi

Ditandai dengan ditemukannya batu berlian ringwoodlite.

ddd
Jum'at, 14 Maret 2014, 19:18 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Batu berlian Ringwoodlite
Batu berlian Ringwoodlite (theage.com.au)
VIVAnews - Peneliti Kanada memperkirakan perut Bumi memiliki cadangan air yang lebih besar dari seluruh lautan yang ada di permukaan Bumi.

Melansir The Age, Jumat 14 Maret 2014, keyakinan peneliti itu berdasarkan temuan batu berlian coklat yang memiliki mineral air tinggi atau sering disebut ringwooodite. Batu mineral jenis ini tergolong sangat langka.

Temuan batu mineral itu juga membuka perdebatan lama seputar teori batu langka tersebut. Untuk diketahui, nama ringwooodite muncul setelah geolog Australia, Ted Ringwood melontarkan teori mineral yang terjepit pada zona transisi akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi.

Sepotong mineral itu banyak dicari sampai hari ini untuk menjawab perdebatan panjang apakah zona transisi memang kaya air atau hanya bagian keras saja.

Batu berlian temuan peneliti itu memang hanya memiliki 1,5 persen air, jadi tidak cair ataupun padat.

Peneliti menyebutkan, batu itu berasal dari perut Bumi, lebih tepatnya zona transisi antara lapisan atas dan bawah Bumi. Kedalaman zona adalah 400-600 kilometer di bawah permukaan Bumi.

"Sampel ini benar-benar mengonfirmasi pada zona ini ada titik lokal basah," jelas Graham Pearson, pemimpin penelitian dari Universitas Alberta, Kanada.

"Pada zona tertentu di Bumi, yaitu zona transisi, kemungkinan memiliki air sebanyak semua lautan yang ada di Bumi," tambahnya.


Soal kisah temuan mineral langka itu sebenarnya terjadi tak disengaja. Disebutkan pada 2008 silam, pemburu permata amatir menggali kerikil di sungai dangkal Juina of Mato Grasso, Brasil.

Pemburu itu menemukan sebuah batu kotor kecil ukuran tiga milimeter yang disebut berlian coklat.

Menyadari temuannya itu berharga, sang pemburu kemudian menjualnya ke ilmuwan yang saat itu berada pada pencarian mineral yang lain.

Kemudian peneliti menganalisis dengan menggunakan spektroskop dan membelokkan sinar X, untuk memastikan bahwa temuan itu termasuk ringwoodite.

Soal munculnya batu berlian langka itu dari perut terdalam Bumi, tim peneliti berteori letusan gunung berapi telah mengeluarkan batu berlian itu. Batu berlian itu menumpang aliran kimberlite—aliran terdalam semua batuan vulkanik dan memuntahkannya ke dalam sungai dangkal.

Temuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Nature.

Peradaban Dunia Bisa Hancur dalam Hitungan Dekade

Peradaban Dunia Bisa Hancur dalam Hitungan Dekade

Tak perlu menunggu kiamat. Apa skenario terburuk?

ddd
Senin, 17 Maret 2014, 15:10 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Patung milik Kekaisaran Romawi ditemukan di Roma [foto ilustrasi]
Patung milik Kekaisaran Romawi ditemukan di Roma [foto ilustrasi] (AFP)
VIVAnews - Mungkin tak perlu menunggu kiamat untuk melihat kehancuran peradaban modern di dunia. Alih-alih menunggu waktu yang tak bisa diramalkan itu, studi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terbaru menunjukkan, dalam beberapa dekade mendatang, peradaban modern di dunia dapat hancur.

Bagaimana skenarionya?

Studi mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tak stabil dan tekanan pada sumber daya alam Bumi mengancam runtuhnya peradaban modern dalam waktu yang boleh dibilang tidak lama lagi.

Melansir Independent, Senin 17 Maret 2014, penelitian dari Goddard Space Flight Center yang didukung NASA menyampaikan, peringatan itu muncul setelah memprediksi apa yang akan terjadi pada industri di dunia.

Peneliti menggunakan beberapa teori model guna memprediksi apa yang akan terjadi pada industri beberapa abad mendatang.

Peneliti yang terdiri dari ahli matematika, didukung ilmuwan sosial dan alam, memperkirakan sesuatu telah menuju pada hal yang sangat buruk dan bergerak cepat.

Studi merujuk pada keruntuhan perababan populer yang pernah muncul di dunia, misalnya peradaban Romawi, Dinasti Han di China dan Kerajaan Gupta di India.

Pada masa lalu, peradaban itu hancur akibat perilaku masyarakat elit yang menggunakan pendekatan yang merusak sampai kemudian munculnya bencana yang terlambat dihadapi.

"Proses kemunculan dan kehancuran peradaban pada dasarnya sebuah siklus berulang sepanjang sejarah," tulis Safa Motesharri, ahli matematika dalam laporan studi yang berbasis model Human and nature Dynamic (Handy).
Ia menjelaskan, faktor utama yang dapat mendorong kehancuran peradaban meliputi pertumbuhan populasi sampai perubahan iklim. Ketika faktor tersebut bertemu, akan menimbulkan kehancuran masyarakat, sebab bagian sumber daya alam kian sedikit dan kesenjangan ekonomi masyarakat kian meninggi.

"Mulanya segolongan elit mengonsumsi sumber daya terlalu banyak, lalu berdampak pada kelaparan massal yang akhirnya meruntuhkan masyarakat," ujarnya.

Laporan ini menggarisbawahi bahwa skenario terburuk itu bisa dihindari. Syaratnya, golongan elit saat ini harus mengembalikan keseimbangan ekonomi.

"Keseimbangan dapat tercapai jika tingkat penurunan alami per kapita berkurang ke tingkat yang berkelanjutan. Juga jika sumber daya didistribusikan secara adil," kata peneliti. (umi)

Ilmuwan Berdebat Soal Makhluk Apa yang Pertama Kali Bernafas

Ilmuwan Berdebat Soal Makhluk Apa yang Pertama Kali Bernafas

Ini terkait penelitian soal cyanobacteria

ddd
Senin, 24 Maret 2014, 08:43 Renne R.A Kawilarang, Amal Nur Ngazis
Fosil bakteri di meteorit
Fosil bakteri di meteorit (Journal of Cosmology)
VIVAnews - Banyak peneliti meyakini sebelum adanya kehidupan yang mengandalkan fotosintesis, telah ada mahluk bersel satu yang hidup tanpa fotosintesis. Mereka mengandalkan pembakaran senyawa kimia.

Namun, di kalangan peneliti, masih terdapat perbedaaan soal siapa yang pertama kali memanfatkan oksigen untuk mendukung kehidupan. Sebagian peneliti yakin meningkatnya kadar oksigen di Bumi baru muncul pada 2,5 miliar tahun lalu. Peristiwa ini sering disebut Great Oxidation atau Oksidasi Besar.

Teori selama ini mengatakan peristiwa Oksidasi Besar ditandai dengan berkembangnya ganggang biru-hijau (cyanobacteria) yang mengevolusi fotosintesis dan mulai membuang oksigen. Cyanobacteria mengubah sinar matahari menjadi gula dan mengeluarkan oksigen sebagai limbah. Peneliti ini beranggapan cyanobacteria merupakan organisme pertama yang bernafas di Bumi.

Sementara banyak peneliti juga meyakini adanya organisme yang mengevolusi fotosintesis muncul pada 3 miliar tahun lalu.

Tapi, melansir Live Science Senin 24 Maret 2014, penelitian terbaru menunjukkan cyanobacteria muncul jauh sebelum adanya peristiwa lonjakan oksigen tersebut.

Hal ini dibuktikan oleh studi terbaru tim ahli geokimia Universitas Yale yang dipimpin Noah Planavsky. Tim ini menemukan adanya elemen yang mendukung fotosintesis pada batuan berusia 2,95 miliar tahun di Afrika Selatan .

Batuan pada Pangola Supergorup yang terletak di laut dangkal itu, kata Planavsky, ditemukan jejak kimia. Temuan itu menunjukkan cyanobacteria  menghasilkan oksigen pada permukaan air laut.

"Penelitian kami menunjukkan ada produksi cyanobacteria lokal di lautan," jelas dia.

Sementara studi berbeda oleh ilmuwan lain dengan objek batuan yang sama, menemukan isotop kromium guna memperkirakan tingkat oksigen atmosfer 3 miliar tahun lalu. Hasil studi ini menunjukkan tingkat oksigen atmosfer sekitar 100 ribu kali lebih tinggi dari reaksi kimia non biologis.

"Keduanya cukup melengkapi. Kami membuktikan independen kehadiran cyanobacteria. Kami melacak proses permukaan laut, dan mereka melacak proses di Bumi," ujar Planavsky.

Lonjakan Oksigen
Meski teknik pelacakan logam pada batuan itu dianggap masih perlu divalidasi, temuan dua studi itu memunculkan perdebatan baru, Lantas siapa pertama kali memunculkan lonjakan oksigen di Bumi ini?.

Mengenai hal ini muncul dua bukti. Pertama kadar oksigen melonjak dalam kurun 500 juta tahun saat cyanobacteria pertama kali evolusi fotosintesis an peristiwa Great Oxidation.

Sedangkan teori peneliti lain berpikir, Bumilah yang berperan meningkatkan kadar oksigen, mengikuti pertumbuhan benua. Teori ini berlandaskan pada erosi kerak Bumi dan perubahan alami gunung berapi, benua yang lebih besar berarti menghasilkan erupsi besar yang gilirannya memuntahkan gas ke atmosfer. Pergeseran geologi itu, bisa mendorong atmosfer Bumi terhadap oksigen dalam hal evolusi cyanobacteria.

"Apa yang benar-benar menarik dalam hal ini yakni peran relatif evolusi biologi melawan evolusi geologi, dalam sejarah Bumi. Itulah yang mendorong penelitian kami," ujar Planavsky.

Doa nabi ayyub

ÙˆَØ£َÙŠُّوبَ Ø¥ِذْ Ù†َادَÙ‰ٰ رَبَّÙ‡ُ Ø£َÙ†ِّÙŠ Ù…َسَّÙ†ِÙŠَ الضُّرُّ ÙˆَØ£َنتَ Ø£َرْØ­َÙ…ُ الرَّاحِÙ…ِينَ
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

"Jebakan" Supermarket Menarik Konsumen Belanja Lebih Banyak

"Jebakan" Supermarket Menarik Konsumen Belanja Lebih Banyak

Di antaranya, tulisan "sale" dibuat besar dan menonjol.

ddd
Kamis, 20 Maret 2014, 07:05 Siti Nuraisyah Dewi
Belanja di supermarket.
Belanja di supermarket. (Forbes)
VIVAnews - Saat berbelanja ke supermarket, sebagian besar orang akan tergoda membeli banyak barang yang sebenarnya tak diperlukan.

Dikutip dari Business Insider, Rabu 19 Maret 2014, tiap supermarket memiliki trik sendiri untuk "menjebak" konsumen berbelanja lebih banyak dari yang mereka rencanakan. Anda bisa mempelajari trik mereka.

Berikut adalah "jebakan" yang dibuat supermarket untuk menarik pembeli.

1. Tulisan "sale" dibuat besar dan paling menonjol untuk membuat konsumen tergoda membeli barang-barang yang sedang diobral.



2. Keranjang belanja

Setelah konsumen masuk ke supermarket, dia akan mengambil keranjang belanjaan. Keranjang belanja mulai dirancang pada 1930-an untuk membantu memudahkan konsumen membeli barang dengan jumlah yang besar.
Saat ini, supermarket merancang troli dengan ukuran besar untuk mendorong konsumen memenuhi keranjang belanjaan mereka.



3. Di bagian depan supermarket ditempatkan makanan dengan margin yang lumayan tinggi, yakni roti panggang yang baru saja diolah. Ini akan mendorong konsumen untuk membeli, karena keranjang belanjaan mereka masih kosong.

4. Selain roti panggang yang menggugah selera, biasanya mereka juga menempatkan bunga segar yang harum. Bau yang wangi itu akan mendorong konsumen untuk membeli.
5. Supermarket akan menaruh produk susu dan kebutuhan lainnya di bagian belakang, sehingga memaksa konsumen untuk pergi ke seluruh lorong.


6. Setelah konsumen terpaksa harus berjalan ke seluruh lorong, biasanya mata mereka akan melihat-lihat barang-barang yang ada di semua rak, mulai dari atas sampai bawah.
7. Kebanyakan supermarket akan memindahkan pelanggan dari kanan ke kiri. Hal ini, dikombinasikan dengan fakta orang Amerika menyetir mobil di sebelah kanan, sehingga membuat orang cenderung akan membeli barang di sebelah kanan.
8. Setiap supermarket juga akan menerapkan trik penataan barang. Barang-barang yang lebih mahal akan ditempatkan di tempat yang lebih mudah untuk dijangkau.

9. Sementara itu, makanan manis dan mainan untuk anak-anak diletakkan di rak bawah, sehingga anak-anak bisa melihat dan mengambilnya.

10. Sampel makanan dibuat semenarik mungkin dan menjebak konsumen agar membeli barang yang sedang mereka tawarkan.
11. Penempatan barang-barang juga diusahakan mudah untuk dijangkau konsumen. Sebuah penelitian menyimpulkan menyentuh item barang akan meningkatkan konsumen untuk membelinya.

12. Warna juga akan mempengaruhi konsumen untuk masuk dan membeli barang yang ditawarkan. Sebuah toko yang berwarna warni akan menarik konsumen.
13. Musik. Sebuah penelitian menunjukkan musik dengan tempo lambat akan membuat konsumen berbelanja dengan santai dan menghabiskan banyak waktu.
Musik keras akan menyebabkan mereka tidak betah dan segera meninggalkan supermarket. Sementara itu, musik klasik akan menyebabkan konsumen untuk membeli barang dengan harga yang lebih mahal.


14. Ukuran toko. Di tempat-tempat yang ramai, konsumen akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berbelanja dan merasa kurang nyaman.

15. Tampilan toko yang tidak menarik. Toko itu hanya akan didatangi konsumen saat benar-benar dalam keadaan darurat dan sesekali saja.
(art)

BIOGRAFI KIYAI FADLAN GARAMATAN PENGISLAM DI PAPUA IRIAN JAYA

Biografi ustadz Fadhlan (Muhammad Zaaf Fadhlan Rabbani Al-Garamatan)


Papua, dikenal sebagai salah satu penghasil emas terbesar di Indonesia. Tak hanya emas, sumber daya alam lainnya pun melimpah. Bumi cenderawasih begitu kaya. Tapi ternyata, kekayaan itu tidak mengangkat derajat hidup masyarakat di sana. Mayoritas masyarakat masih hidup miskin, bahkan sebagaian besar penduduk asli masih tinggal di pedalaman.

Julukan sebagai salah satu provinsi yang tertinggal lantas kerap disematkan pada wilayah paling timur di Indonesia ini. Jika ada orang Papua yang punya keistimewaan, mereka kerap dijuluki sebagai mutiara hitam. Dan salah satu yang layak memperoleh ‘gelar’ itu adalah Muhammad Zaaf Fadhlan Rabbani Al-Garamatan.
KH. Fadhlan Garamatan

Pria kelahiran Patipi, Fak-Fak, 17 Mei 1969 itu, adalah putra dari pasangan Machmud Ibnu Abu Bakar Ibnu Husein Ibnu Suar Al-Garamatan dan Siti Rukiah binti Ismail Ibnu Muhammad Iribaram. Sejak tahun 1985, ia memulai dakwahnya di bumi Papua. Fadhlan, lebih senang menyebut Papua dengan Nuu Waar.
Nuu Waar adalah nama pertama untuk Papua, sebelum berubah menjadi Irian Jaya, dan Papua saat ini. Nuu Waar, dalam bahasa orang Papua, berarti cahaya yang menyimpan rahasia alam. “Papua dalam bahasa setempat berarti keriting. Karena itu, komunitas Muslim lebih senang menyebutnya dengan Nuu Waar dibandingkan Irian atau Papua,” ujar Ustaz Fadhlan kepada Republika, Februari lalu.

Fadhlan menegaskan, berdasarkan catatan sejarah, Islam adalah agama yang lebih dulu masuk ke Nuu Waar, terutama di Fak-Fak, dibandingkan dengan Kristen. Namun, karena misionaris lebih gencar menyebarkan paham agamanya, maka jadilah agama ini tampak dominan. “Padahal, saat ini jumlah umat Islam bisa lebih banyak dari orang Kristen di sana,” ujarnya.

Karena itulah, ustad yang selalu memakai gamis itu terpanggil untuk mengembalikan kejayaan Islam ke bumi Nuu Waar. Di Fak-Fak khususnya, terdapat kerajaan Islam pertama di Papua, dan Fadhlan adalah salah seorang generasi kesekian dari kerajaan Islam itu. Nenek moyangnya dulu adalah penguasa kerajaan Islam disana.

Sebagai penanggung jawab meneruskan kerajaan Islam, Fadhlan berkewajiban untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam di Nuu Waar. Ia masuk keluar masuk pedalaman, turun dan naik gunung menyebarkan Islam. Bahkan harus berjalan kaki untuk mengenalkan dakwah Islam kepada penduduk setempat. “Alhamdulillah, sudah banyak yang mengenal Islam.”

Lalu mengapa dirinya tetap mau berdakwah ditengah sulitnya kondisi alam dan luasnya wilayah dakwah? Bagi Fadhlan, disitulah tantangannya. “Kami berkewajiban untuk menyampaikan risalah Islam. Jika di akhirat kelak malaikat bertanya; “Mengapa ada saudaramu di pedalaman yang belum memeluk Islam?” Itu berarti tanggung jawab kita semua, umat Muslim di Indonesia, yang belum mampu mendakwahkan ajaran Islam dengan baik,” terangnya.

Dalam mengenalkan Islam kepada penduduk setempat tidaklah mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Mulai dari soal luas wilayah, kondisi alam yang sulit karena terjal, bebatuan, ada pegunungan, dan lainnya. Namun, semua itu tidak membuat Fadhlan dan rekan-rekannya berhenti dalam berdakwah.

“Dulu, sebelum ada kapal Al Fatih Kafilah Nusantara (AFKN) 1 dan 2, untuk mencapai tempat yang dituju, kami harus berjalan kaki, dan itu bisa membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Terkadang ada binatang buas juga. Tapi itu semua adalah tantangan untuk diltaklukkan,” ujarnya.
Rintangan bukan hanya soal kondisi alam saja, tetapi respon penduduk setempat. “Terkadang ada juga yang melemparkan tombak bahkan panah. Ya, itu sudah biasa kami alami. Itu belum seberapa dibandingkan perjuangan Rasulullah. Beliau bahkan diusir dari negerinya (Makkah), karena ketidaksukaan penduduknya menerima dakwah Rasul. Namun beliau tetap sabar. Karena itu pula, kami pun harus sabar,” terangnya.

Begitu beratnya tantangan dakwah, tak sedikit beberapa anggota dai yang dibawa Fadhlan memilih kembali pulang. Mereka ngeri mendengar berbagai ancaman yang ada. “Saya katakan, apakah mereka siap mati syahid? Dari 20 orang yang bertahan hanya tujuh orang.”

Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, serta tawakal kepada Allah, berbagai usaha dan upayanya, kini membuahkan hasil. Sudah banyak penduduk Papua yang menjadi Muslim. Ia menyebutkan sekitar 221 suku yang sudah memeluk Islam. Jumlah warga tiap suku bervariasi, mulai dari ratusan sampai ribuan. Jika dipukul rata tiap suku seribu orang, maka kerja keras Ustad Fadlan sudah mengislamkan 220 ribu orang Papua pedalaman.

Ini belum termasuk jumlah tempat ibadah yang dibangun. Mungkin ratusan jumlahnya. Itulah mutiara, semakin diasah, maka akan makin mengkilap dan bercahaya terang, seterang cahaya matahari. Kendati berwarna hitam, namun mutiara tetaplah mutiara, dia akan selalu dicari. Dan mutiara hitam itu bernama Fadhlan.

PENGISLAM DI TANAH PAPUA ( NUR WAR )

Mengenal Lebih dekat Perjalanan Kehidupan Ust.Fadhlan Garamatan ==

13 Oktober 2010 pukul 11:40
Pria ini bernama M Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan. asli Irian, berkulit gelap, berjenggot kemana-mana memilih membalut tubuhnya dengan jubah.
Lahir dari keluarga Muslim, 17 Mei 1969 di Patipi, Fak-fak, sejak kecil dia sudah belajar Islam. Ayahnya adalah guru SD, juga guru mengaji di kampungnya. `'Kami di Irian, khususnya di kampung kami, ketika masuk SD kelas 1 sudah harus belajar Alquran'' tuturnya.
Pengetahuan ilmu agamanya kian dalam ketika kuliah dan aktif di berbagai organisasi keagamaan di Makassar dan Jawa. Anak ketiga dari tujuh bersaudara ini akhirnya memilih jalan dakwah. Dia mendirikan Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara. Melalui lembaga sosial dan pembinaan sumber daya manusia ini, Ustadz Fadlan begitu ia kerap disapa mengenalkan Islam kepada masyarakat Irian sampai ke pelosok. Dia pun mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada, mencarikan kesempatan anak-anak setempat mengenyam pendidikan di luar Irian.
== Curhat Ust.Fadlan ==
==
Dikisahkan oleh Ust.Fadlan bahwa orang-orang muslim di Indonesia, masih terbersit opini bentukan penjajah bahwa di wilayah Indonesia Timur, terutama Papua, banyak penduduknya yang non muslim masih melekat. Hal itu pernah ia buktikan kala mengisahkan pengalamannya saat Ust.Fadlan masuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar di tahun 80'an. Dia pernah diusir oleh dosen agama Islam hanya karena berkulit hitam dan berambut keriting. Tapi sebelum keluar, dia sedikit protes dengan mengajukan empat pernyataan.

”Apakah agama Islam hanya untuk orang berkulit putih, Jawa, Bugis atau untuk semua orang yang hidup di dunia? Siapa sahabat nabi Saw yang berkulit hitam dan berambut keriting namun merdu suaranya? Siapa saja yang ada dikelas ini yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar?” tandasnya.

Ditanya seperti itu, sang dosen hanya menanggapi pertanyaan yang ke-3 saja. Ternyata, dari 47 mahasiswa yang hadir, hanya tujuh orang yang bisa. Salah satunya adalah orang yang berkulit hitam dan berambut keriting tersebut. Langsung saja Ustadz Fadlan mendapat kesempatan memberi nasehat kepada semua yang di kelas yang tadi mau mengusirnya. Selama dua jam dia memberi nasehat, sehingga mata kuliah agama hari itu selesai.

Dosennya pun langsung menyatakan Ustadz Fadlan lulus dengan nilai A di hari pertama masuk kelas agamalah. Karena, selain puas dengan nasihat Ustadz Fadlan yang menyatakan jangan merasa bangga hanya karena beda warna kulit atau lainnya, Fadlan mampu membaca Alqur’an (salah satu kemuliaan agama Islam) dengan baik dan benar.

Mulai Berdakwah

Lulus sebagai sarjana ekonomi, Fadlan tidak memilih untuk menjadi pegawai negeri atau pengusaha, tapi Da’i, penyeru agama Islam dan mengangkat harkat martabat orang Fak-fak, Asmat, dan orang Irian lainnya. Dia tidak setuju kalau orang-orang ini dibiarkan tidak berpendidikan, telanjang, mandi hanya tiga bulan sekali dengan lemak babi, dan tidur bersama babi. Semua penghinaan itu hanya karena alasan budaya dan pariwisata. ”Itu sama saja dengan pembunuhan hak asasi manusia” katanya.

Dia pun berjuang dan berdakwah untuk semua itu. Tempat yang pertama kali dikunjungi adalah lembah Waliem, Wamena. Dengan konsep kebersihan sebagian dari iman, Fadlan mengajarkan mandi besar kepada salah satu kepala suku. Ternyata ajaran itu disambut positif oleh sang kepala suku. ”Baginya mandi dengan air, lalu pakai sabun, dan dibilas lagi dengan air sangat nyaman dan wangi,” jelasnya.

Selain itu juga ada beberapa orang yang tertarik dengan ibadah sholat. Sambil mengingat masa itu, dia bercerita, ”Di Irian itu, babi banyak berkeliaran kayak mobil antri. Sehingga untuk mendirikan sholat harus mendirikan panggung dulu. Saat itu orang-orang langsung mengelilingi. Selesai sholat, kami ditanya mengapa mengangkat tangan, mengapa menyium bumi?”.

Jawabnya,”Kami bersedekap bertanda kami menyerahkan diri kepada satu-satunya Pencipta seluruh alam. Mencium bumi karena disinilah kita hidup. Tumbuhan dan hewan, yang mana makanan kita berasal dari mereka juga tumbuh di atas bumi”

Dakwah seperti ini yang dia gunakan. Mengajarkan kebersihan, dialog dengan apa yang mereka pahami, pergi ke hutan rimba, dan membuka informasi. Dengan dakwah yang sudah dijalankannya selama 19 tahun ini, banyak orang yang masuk Islam di sana. Tercatat 45% warga asli memeluk agama Islam. Jika ditambah dengan para pendatang, maka pemeluk Islam sebanyak 65% dari seluruh manusia yang ada di pulau burung tersebut.

Di setiap daerah yang dikunjungi, Ust.Fadlan selalu bersikap santun. Shalat di tengah-tengah komunitas `asing' tak pernah ia tinggalkan. Perlahan-lahan jejaknya diikuti oleh masyarakat setempat. `'Ketika menyaksikan mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, saya tidak kuat. Air mata menetes,'' ucapnya.

==
Dikisahkan, Ust Fadlan pernah berdakwah sendirian untuk menuju suatu perkampungan dengan waktu tempuh tercepat 3 bulan berjalan kaki. Dan Subhanallah hal tersebut tidak pernah menyurutkan hatinya untuk terus berdakwah, jika ada aral melintang dia selalu kembalikan kepada Allah SWT, dan dia selalu ingat bagaimana dulu Rasulullah SAW berdakwah dengan jarak ribuan kilo dan di padang tandus.

Ust Fadlan juga mengisahkan cerita ada seorang da'i dari Surabaya ingin ikut berdakwah dengannya di tanah Papua, dan diajaklah dia. Awalnya da'i tersebut tidak menyangka akan mendapatkan perjalanan yang sangat berat di tanah Papua. Da'i bersama dengan Ust. Fadlan harus menempuh perjalanan selama 12 hari berjalan kaki untuk menembus daerah yang akan di kunjungi. Pada hari ke-10 da'i dari Surabaya sudah merasakan kelelahan sehingga dia marah-marah, Ust. Fadlan pun bilang, "Jika anda ingin kembali silahkan anda kembali sendiri, saya akan tetap meneruskan perjalanan ini, dan anda bukanlah umat Rasulullah SAW, karena anda hanya bisa mengeluh, anda tidak ingat betapa beratnya perjuangan Rasulullah SAW waktu pertama kali berdakwah?". Setelah itu Ust. Fadlan tetap melanjutkan perjalanannya dan da'i tersebut dengan wajah menyesal mengikutinya.
setelah tiga bulan menetap di daerah tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk Islam, Ust. Fadlan mengatakan kepada da'i dari Surabaya bahwa ini karena da'i tersebut mempunyai niat yang salah sewaktu memulai perjalanan tersebut. Da'i tersebut merasa sangat bersalah sekali, dan dia berniat untuk memperbaikinya, dan Ust. Fadlan mengusulkan agar da'i tersebut untuk menikahi salah satu wanita yang ada di daerah tersebut. Da'i tersebut meminta waktu untuk shalat istikarah, setelah 7 hari beristikarah, dia memberi jawaban bahwa dia mendapatkan petunjuk dengan cahaya putih, Ust. Fadlan menyimpulkan bahwa itu artinya da'i tersebut memang harus menikah dengan wanita dari daerah tersebut. Maka di bawalah salah seorang wanita dari penduduk setempat untuk di ajak ke pulau Jawa, dan di tanah Jawa dia diajarkan semua tentang agama Islam, dan akhirnya mereka menikah di tanah Jawa.
==
Dikisahkan pula,pada suatu waktu Ust. Fadlan menceritakan tatkala ia bersama 20 orang berniat ingin mengunjungi daerah yang masyarakatnya masih asing dengan orang luar, dia mengatakan bahwa jika mereka kesana maka kemungkinan mereka akan langsung berhadapan dengan panah-panah beracun, maka Ust. Fadlan menanyakan apakah mereka siap untuk mati syahid, dalam menghadapi hal-hal semacam itu. Ternyata hanya 6 orang yang bersedia untuk mati syahid dan berani mendampingi ust. Fadlan ke daerah tersebut. Setelah mendekati daerah tersebut, mereka melihat masyarakat disana sudah siap menghadang mereka dengan senjata-senjata tradisional mereka. Selanjutnya di tengah perjalanan Ust. Fadlan menanyakan kembali kesediaannya dari 6 orang tersebut, apakah mereka benar-benar siap untuk mati syahid, dan mereka semua menyatakan siap. Sebelum mereka melangkah, Ust. Fadlan memberikan satu pesan, yaitu jika, Ust. Fadlan terkena panah dan sudah tidak dapat berdiri, ke-6 orang tersebut harus lari menyelamatkan diri. Setelah ada kesepakatan, mereka pun melangkah dengan langkah pasti. Dan masyarakat tersebut pun menyambut mereka dengan panah-panah beracun yang di lepaskan, hingga ust. Fadlan terkena panah di beberapa bagian badannya, dan akhirnya jatuh tersungkur, dan ust. Fadlan tetap berusaha untuk berdiri dan terus melangkah walaupun darah terus mengalir dari tubuhnya, sedangkan ke-6 orang tadi melihat ust. Fadlan telah tersungkur, dan ingat pesannya, maka mereka pun melarikan diri. Dan melihat keadaan ust. Fadlan yang masih berusaha untuk berdiri, ketua adat daerah tersebut pun meminta agar masyarakatnya menghentikan panah-panah beracun. Dia menghampiri ust. Fadlan dan membantunya, Ust. Fadlan hanya ingin kembali ke tempatnya agar bisa di obati luka-lukanya, dan ketua adat tersebut mengatakan bahwa dia akan ikut mengantarkannya. Ust. Fadlan mengira bahwa ketua adat akan menghantarkan dirinya sampai batas desa saja, tetapi ternyata ketua adat menghantarkannya hingga sampai ke rumahnya, sepanjang perjalanan ketua adat tersebut mengobati luka-luka Ust. Fadlan dengan bahan-bahan yang ada dari sekitar dan ketua adat tersebut bahkan berkeras untuk mengikuti ke rumah sakit yang ada di Makassar. Setelah pulang ketua adat tersebut akhirnya mengikrarkan diri masuk Islam.
==
Ust.Fadlan pernah bercerita pula karena dia berkulit gelap, sewaktu dia memberi salam kepada saudaranya yang muslim, saudara-saudara yang muslim belum tahu kalo dia muslim tidak pernah menjawab salam-salam beliau, padahal Rasulullah mempunyai seorang sahabat yang selalu mengumandangkan adzan yang mantan budak dan berkukit, dialah Bilal dan Islam sendiri tidak pernah membedakan warna kulit seseorang, bahkan dalam Al-Qur'an manusia di ciptakan berbeda untuk saling mengenal.

Dakwahnya yang beliau lakukan tidak pernah berhenti berhenti, selalu berlanjut baik dengan program pemberdayaan ekonomi. Bekerja sama dengan Baitul Maal Mu’amalat (BMM), selain itu, Fadlan mendirikan lembaga sosial dakwah dan pembinaan SDM kawasan Timur Indonesia Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN). Dengan lembaga tersebut, orang-orang Irian diajak membuat produk seperti buah merah, ikan asin, dan manisan pala bermerk BMM AFKN. Pasarannya sudah masuk di Jakarta, termasuk Carefour. Selain itu, Sagu irian juga diekspor ke India.

SDM pun juga tidak ketinggalan. Anak-anak muda dalam bimbingan lembaga tersebut sudah tersebar di seluruh indonesia demi menuntut ilmu guna memajukan kehidupan di tempat dimana matahari terbit pertama kali memberikan cahayanya (Nu Waar) untuk Indonesia.

Selain itu pula, beliau bersama dengan Badan Wakaf Qur'an beberapa tahun lalu pernah mengusahakan agar masyarakat di Papua mengupayakan mendapatkan Al-Qur'an untuk di tadaburi, dan juga pembangunan tenaga Listrik Mikro Hidro (sumber air yang berlimpah) agar dapat memberdayakan masyarakat disana jika listrik telah di pasang.

For Youth Info
Nu Waar adalah nama pertama pulau paling timur di wilayah Indonesia. Di pulau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Irian ini ternyata memiliki sejarah perkembangan Islam sejak abad ke-12. Nama Nu Waar diberikan oleh pedagang muslim yang datang saat itu. Islam masuk pada 17 Juli 1214, sedangkan agama lainnya (selain animisme dan dinamisme) baru masuk sekitar abad XVIII. Nama Nu Waar sendiri berarti cahaya. Pedagang muslim dari Gujarat, yang membawa agama Islam tersebut, ingin pulau ini menjadi cahaya bagi Asia. Namun nama tersebut sama sekali tidak popular, bahkan di kalangan umat Islam Indonesia. Parahnya lagi, informasi yang kurang hingga saat ini menambah kesalahpahaman kita terhadap pulau paling timur ini.

Kesalahpahaman itu masih ditambah dengan usaha penjajah yang saat itu cukup berhasil menghilangkan jejak khazanah Islam dengan mengganti namanya menjadi Papua. Tetapi nama tersebut tidak disukai umat muslim setempat karena artinya orang kulit hitam yang gemar melakukan kriminal alias menghina mereka. Sehingga muslimin lokal masih memiliki semangat memperjuangkan dan hanya mengakui nama pulau burung tersebut sebagai Pulau Nu Waar. Sedangkan nama Irian diberikan setelah Presiden Pertama RI berhasil merebutnya. Nama yang juga masih kurang baik, karena berarti penduduk yang tidak berbusana.

 Itulah beberapa sekelumit kisah perjuangan seorang da'i yang tidak kenal lelah untuk mengenalkan masyarakat di sekitarnya untuk mengenal sang Pencipta. Subhanallah!!!

*****
Berikut ini terlampir pula petikan dialog kisah pengalaman Ustadz Fadlan kepada Burhanuddin Bella dan Nina Chairani dari Republika. yang diterbitkan oleh harian surat kabar Republika (Ahad, 07 Mei 2006) :

Sepanjang pengetahuan Anda, bagaimana awalnya Islam masuk ke Irian?
Dari agama-agama yang ada di Irian, Islam sudah ada di sana sejak abad ke-13, 17 Juli 1214. Itu di Fak-fak, Kaemana, Raja Ampat, Babo, Bituni. Islam diperkenalkan pertama dari Kerajaan Samudara Pasai, Syekh Iskandar ketika datang ke sana. Setelah itu Belanda masuk ke Irian baru Sultan Tidore dan Ternate melakukan perjalanan dakwah kedua. Tapi, jauh sebelumnya sudah ada.
Apa yang mendorong Anda mau berdakwah sampai ke pedalaman-pedalaman Irian?
Saya punya kewajiban. Bukan saya pribadi, tapi bangsa Indonesia ini akan bertanggung jawab kepada Allah ketika hari kiamat, Tuhan bertanya, kenapa Anda sudah menjadi Muslim Anda biarkan mereka begitu? Apalagi dengan membiarkan mereka tetap telanjang. Kedua, di Indonesia ini orang Irian yang pertama melakukan shalat Subuh, pertama shalat Idul Fitri, pertama shalat Jumat, pertama buka puasa. Ini berarti ada satu rahasia Allah yang perlu orang Islam di negeri ini menyampaikan semua orang. Bahwa perlu ada sebuah dakwah. Karena itulah saya membuat Yayasan Al Fafti Kaffa Nusantara untuk membina masyarakat Muslim maupun mualaf asal Irian, baik pengetahuan agama maupun pengetahuan lain. Yayasan ini bertujuan mempersiapkan generasi Islam asal Nuwar yang berakidah dan bertauhid, yang kokoh dan membekali diri dari berbagai disiplin ilmu untuk membangun umat, terutama yang ada di pedalaman.
Apa yang dilakukan di yayasan itu?
Orientasi awal adalah pengembangan SDM. Anak-anak Muslim maupun mualaf asal Nuwar atau Irian tidak pernah mendapat beasiswa khusus. Sebenarnya pemerintah kasih untuk orang Irian seluruhnya, tapi orang Irian Muslim tidak menguasai birokrasi sehingga semua beasiswa dikasih habis oleh orang-orang bukan Islam. Dari sisi itulah kami punya lembaga ini, menghimpun orang-orang yang tidak mampu, tidak punya kekuatan keuangan, ekonomi. Kami akan berusaha ke semua lembaga Islam yang ada di Jakarta atau di Jawa, di Makassar, bahwa ini anak-anak kami, tolong dibina mengenal Allah, mengenal Islam, mengenal Nabi Muhammad, dan kalau bisa diberikan keterampilan dalam bentuk ilmu pengetahuan lain.
Anda menyebut Nuwar. Apa itu?
Itu nama Irian pertama. Nu itu cahaya, War itu menyimpan rahasia alam. Itu sebelum nama Papua dan Irian. Nuwar itu adalah pulau Irian secara keseluruhan. Ketika Portugis menjajah pulau itu, namanya diganti Papua. Konotasi kami istilah Papua itu jelek. Sedangkan istilah Irian berasal dari beberapa bahasa di Irian. Tapi, yang paling utama diambil dari penelitian Ibnu Batuta pada 1517. Ketika dia datang ke sana, masih ada orang Irian yang telanjang, masih pakai koteka. Maka dia bilang, kalau begitu orang-orang ini disebut dengan orang-orang Urian. Urian bahasa Arab, artinya telanjang. Sementara dari bahasa Biak artinya bumi yang panas. Bahasa Fak-fak, Uri itu diambil dari (kata yang) artinya daerah batasan. Lalu dalam konferensi Malino ditetapkan dengan istilah Irian yang bahasa politiknya 'Ikut Republik Indonesia Anti Netherland', dan ditambah Barat. Terus diubah jadi Irian Jaya. Kami anak-anak Muslim lebih senang menggunakan Irian daripada Papua.
Jalan dakwah yang dilakoninya selama 19 tahun itu tentu saja tidak selalu mulus. Mereka pernah bertemu OPM (Organisasi Papua Merdeka), bahkan sempat dikejar-kejar dan disandera. ''Mungkin mereka tidak tahu, tapi setelah dia lihat orang Irian, dia tidak lakukan itu. Dan orang Irian tidak sejahat yang diisukan. Yang penting kita baik.'' Ketika mendekati masyarakat itulah, tidak sedikit ada yang membenci, mencaci-maki, dan mengancam. Namun, sikap dan perilaku baik melumerkan kekakuan itu. Mereka pun memilih menjadi Muslim. Setelah masuk Islam, tugas dakwah itu berlanjut dengan pengembangan ilmu dan ekonomi masyarakat. ''Tidak ada air bersih, kita bikin. Tidak ada listrik, kita adakan. Uangnya dari mana, umat Islam menyumbang. Tidak ada sekolah, kita cari bagaimana ada sekolah di situ. Lalu melalui jalur pemerintah, kita minta bangun pendidikan di situ.''

Bagaimana Anda berdakwah?
Pertama, kita mulai dari sifat kebersihan. Kita perkenalkan kebersihan, mandi yang sebenarnya. Setelah itu kita menutup aurat mereka, lalu kita melakukan tindakan. Kami juga menggunakan pendekatan kemanusiaan, sesudah itu kami bimbing. Pengalaman ketika saya di lokasi-lokasi dakwah, saya pergi shalat, saya takbir, mereka bertanya, `'Kenapa angkat tangan, kenapa sujud?'' Saya menjelaskan bahwa agama kami Islam. Kami mengangkat tangan artinya menyerahkan seluruh jiwa dan raga kami kepada Tuhan Allah, sehingga kami menyebut Allah Maha Besar. Kami ini tidak ada artinya.
Anda melakukan dakwah sampai ke pelosok yang sarat dengan kepercayaan animisme. Bagaimana Anda melakukan dakwah di tempat itu?
Kita datang pertama tidak memperkenalkan agama, tapi melihat keadaan, kehidupan masyarakat, apa yang dihadapi. Sebab kita anak Islam selalu terlambat datang di lokasi yang sudah didatangi oleh orang-orang bukan Islam. Setelah datang, kita lihat kira-kira konsep apa yang kita perkenalkan. Kita pakai konsep kemanusiaan, lalu diberikan pemikiran, inilah Islam, lalu mereka tertarik dengan Islam.
Ada pertimbangan tertentu ketika memilih masuk ke satu daerah?
Sepanjang kita punya kemampuan untuk sampai ke situ, kita dakwah. Kita pernah sampai ke Enarotame dengan cara jalan kaki 12 hari. Daerah pantai pun kita telusuri berhari-hari. Tapi, sekarang dengan mahalnya BBM, saya bilang, ini ancaman buat dakwah.
Mengapa menjadi ancaman?
Kalau kita bawa bantuan perlu pakai motor tempel. Kita sewa, diantar 7 hari Rp 15-30 juta. Ya, kita harus sampaikan bantuan sampai ke lokasi-lokasi itu. Sampai di lokasi kita tidur di sana, bersilaturahmi, bermain dengan mereka, hingga mereka mengatakan inilah Islam. Sampai mereka bilang, oh ternyata Islam ini bangun pagi shalat, bekerja. Dzuhur shalat. Dan itu subhanallah, ketika kami bertahun-tahun di situ, mereka bilang, luar biasa kalau begitu Islam. Alhamdulillah, sekarang tidak seperti masa lalu. Sekarang keluarga lain datang berjalan melihat mereka beriman, lalu memilih masuk Islam. Malah kami sekarang kewalahan.
Bagaimana dengan bantuan yang Anda peroleh?
Alhamdulillah, bantuan tidak pernah putus setelah kita menyampaikan foto dan CD kegiatan kita. Kami juga menggunakan dana umat Islam untuk membangun masjid. Sampai saat ini, masjid yang sudah dibangun dari lembaga kita mencapai 300-400 masjid. Ada juga orang yang datang bersama kita membangun, kita hanya mengawasi. Tapi, di seluruh Irian sudah ada 900 lebih masjid.
Apa program yang Anda lakukan sekarang?
Kita bikin penataran dai-dai (di Irian) dengan mendatangkan dai dari Jakarta. Kita juga upayakan peningkatan ekonomi masyarakat, supaya potensi yang ada di wilayah itu akan hidup, dia punya uang sendiri, punya keimanan, punya tauhid.
Apakah semua wilayah Irian sudah dijelajahi?
Belum.
Kendalanya apa?
Kita harus punya `peluru' yang banyak. `Peluru' ini kita biasa minta dari umat Islam. Kita sekarang di daerah selatan, dari punggung burung ke kepala burung (peta Irian). Di Utara juga sudah, daerah Timur sudah ada, cuma masih kecil.
Apa kesulitan yang dialami selama ini?
Kesulitan kita hanya wilayah yang jauh. Transportasi kita tidak punya, fasilitas tidak ada. Kita apa adanya.
Bagaimana menghadapi orang Irian yang masih pakai koteka?
Kita berusaha memperkenalkan berpakaian. Mereka sebenarnya, yang penting kita melakukan pendekatan dengan sopan santun. Ikhlas adalah niat awalnya terjun ke medan dakwah. ''Ikhlas itu sebuah kebenaran maka saya ingin mencari ridho Allah.'' Perasaan ini muncul ketika dia berusaha memperbaiki orang Irian. Untuk memelihara perasaan ikhlas itu, dia selalu menghindar ketika ada media yang memintanya untuk diwawancara. Namun, Fadlan luluh ketika banyak orang yang membujuknya untuk mengungkap kegiatan dakwahnya. ''Sudahlah, antum harus bicara bahwa ini dakwah antum bersama teman-teman antum yang lain,'' ujarnya menirukan bujukan itu. Bahkan, demi dakwah, keluarganya harus rela tinggal berjauhan. ''Sudah ada komitmen dengan keluarga, sepanjang mereka punya ekonomi kita siapkan dan kita berdakwah ikhlas.''
Ada organisasi tertentu tempat Anda memperdalam Islam? Tidak. Semua organisasi saya datang dan saya bertanya. Kalau saya anggap itu mendekati Al-Quran dan sunnah saya ambil, yang tidak saya tidak boleh jelekkan. Saya pernah aktif di HMI, remaja masjid, Mahasiswa Pencinta Musalah. Sekarang di HTI, Hizbut Tahrir Indonesia.
Kelihatannya Anda tidak pernah bercita-cita jadi dai karena memilih belajar ekonomi?
Tidak pernah. Niatnya mau jadi pengusaha, bahkan pernah jadi pengusaha, sampai hari ini masih berusaha. Saya menjadi konsultan di bidang lingkungan hidup, sekaligus bersama teman-teman membangun SDM, lebih khusus untuk orang-orang Irian.
Apa hiburan Anda?
Yang paling suka nonton tinju. Sebenarnya takut tinju juga, tapi melihat mereka ingin belajar bagaimana bisa menjatuhkan lawan.
Apa yang Anda impikan dengan aktivitas ini?
Yang kita mau agar anak-anak Muslim Irian dan orang Irian umumnya dapat menikmati perubahan sikap. Ketika dia berada di Irian, dia mampu mengolah alamnya dan secara sadar bahwa ini alam harus diolah dengan keterampilan sehingga hidupnya bermakna.
Sampai kapan mau melakukan ini?
Ya, sepanjang hayat dikandung badan. Kami dakwah di Irian tidak punya duit. Tapi, kami selalu minta dukungan ke umat Islam atau lembaga-lembaga Islam. Kita bawa barang (kebutuhan masyarakat) dari Jakarta ke Irian berton-ton.

Saturday, March 22, 2014



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More